

Instagram: @lutesha
Lutesha Sadhewa, atau yang lebih dikenal sebagai Lutesha, dikenal sebagai salah satu aktris dan model Indonesia yang sejak awal menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia seni dan hiburan. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Indonesia, mengambil jurusan Sastra Belanda di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya.
Perjalanan karier Lutesha dimulai dari dunia modeling. Pada tahun 2013, ia mengikuti ajang GoGirl! Look, yang kemudian membuka jalan bagi berbagai kesempatan profesional di bidang tersebut.
Dari dunia fashion, ia beralih ke dunia akting dan memulai debut layar lebarnya lewat film My Generation (2017), di mana ia berperan sebagai karakter “Suki”. Peran ini menjadi titik awal yang memperkenalkan Lutesha sebagai aktris dengan kehadiran kuat di layar.
Sejak itu, ia terus memperluas portofolionya dengan berbagai film dan serial yang menunjukkan fleksibilitasnya sebagai pemain. Ia mencuri perhatian publik lewat Penyalin Cahaya (2021), sebuah film yang mendapat banyak pujian kritikus.
Karier internasionalnya pun menanjak ketika ia bermain dalam film The Big 4 (2022), produksi Netflix, sebagai karakter Alpha. Setahun kemudian, ia kembali tampil dalam Ali Topan (2023), sebuah film bertema perjalanan dan romansa yang menegaskan kemampuannya dalam memerankan karakter dengan kedalaman emosional.
Lutesha dikenal sebagai aktris yang total dalam setiap peran. Saat mempersiapkan karakter “Vanya” dalam film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal, ia bahkan melakukan riset langsung mengenai gaya hidup gangster Korea dan menjalani proses transformasi gaya untuk mendalami peran tersebut.
Dedikasinya terhadap pendalaman karakter juga terlihat saat ia memerankan “Niki” di film Halustik (2019), di mana ia memilih menjadi vegan selama satu bulan penuh demi memahami gaya hidup tokohnya.
Di luar dunia akting, Lutesha juga dikenal sebagai pribadi yang aktif dan berpikiran kritis. Saat kuliah, ia terlibat dalam kegiatan organisasi kampus, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, khususnya di bidang seni dan publikasi. Ia juga memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial, bahkan pernah ikut turun ke jalan dalam aksi menolak revisi undang-undang di Jakarta.